Hukum Newton tentang Gravitasi
Hukum gravitasi umum Newton
berbunyi “Setiap objek di alam semesta menarik objek lainnya dengan sebuah gaya
yang besarnya berbanding lurus dengan massa masing-masing dan berbanding
terbalik kuadrat dengan jarak antara dua objek.
Persamaan hukum gravitasi umum Newton adalah
Perhatikan Gambar 7.1 di bawah ini!
Sumber : www.thestargarden.co.uk
Gambar 7.1 Dua benda
m1 dan m2 dengan jarak r
Gaya F1 dan F2
sama besar. Kemudian, objek berbentuk bulat seperti planet dan bintang
bertindak seperti semua massanya terkonsentrasi di pusatnya. Sehingga jarak harus
terhitung dari pusat kedua benda.
G adalah konstanta gravitasi dengan
nilai
Konstanta G terhitung sangat kecil,
sehingga bisa dikatakan sebagai bukti bahwa gaya gravitasi adalah gaya paling
lemah yang terdapat di alam.
A. Percepatan Gravitasi dan Massa Objek
Hukum gravitasi umum Newton
memperlihatkan bahwa gaya gravitasi murni akibat massa objek, tidak ada unsur
lain yang mengakibatkan gravitasi.
Mengapa massa suatu objek bisa
mengakibatkan gaya gravitasi atau tarik menarik dengan massa objek lainnya ?
Albert Einstein menuangkan
pemikirannya pada teori relativitas umum (1915), sebuah teori geometri tentang
gravitasi. Einstein berpendapat bahwa massa objek mampu melengkungkan ruang dan
waktu di sekitarnya sehingga objek dengan massa yang lebih ringan mendekat ke
obyek dengan massa yang lebih besar seolah-olah melakukan tarik-menarik.
Ilustrasi teori relativitas umum tertuang pada Gambar 7.4.
Sumber : www.phys.org
Gambar 7.4 Massa objek yang
melengkungkan ruang dan waktu
Dalam mencari percepatan gravitasi,
kita dapat menghubungkan hukum gerak Newton II dengan hukum gravitasi umum
Newton.
Jika objek m1 sebagai acuan, bergerak dengan
percepatan g1 menuju objek m2 (ilustrasi pada
Gambar 7.5).
Gambar 7.5 Objek m1 bergerak
menuju objek m2 dengan percepatan g1
Untuk mencari massa suatu objek,
maka
B. Energi Potensial Gravitasi
Energi potensial gravitasi adalah
seberapa besar potensi atau kecenderungan suatu objek tertarik menuju ke objek
lain yang dinyatakan dalam bentuk energi.
Persamaan energi potensial adalah
Perhatikan ilustrasi pada Gambar 7.6.
Gambar 7.6 Objek m1 cenderung
bergerak menuju ke objek m2 yang dinyatakan dalam energi potensial
EP1
Misalkan kita ingin mencari besar
energi potensial yang membuat objek m1 cenderung bergerak ke m2,
maka
Jika
Apabila disubstitusikan ke
persamaan energi potensial
Ketinggian (h) sama dengan jarak
kedua objek (r)
Karena berbeda arah dengan F2,
maka EP1 berbeda tanda
C. Gerak Planet
Dalam sistem tata surya,
planet-planet bergerak secara sistematis dengan matahari sebagai pusat. Teori
ini pertama dikemukakan oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543), astronom
berkebangsaan Polandia, dengan teori heliosentrisnya dalam “On the
Revolutions of the Celestial Spheres”.
Pada kurun waktu 1609-1619,
Johannes Kepler, astronom berkebangsaan Jerman, melengkapi pernyataan Nicolaus
Copernicus dengan membuat Hukum Kepler tentang gerak planet.
Hukum Kepler tentang gerak planet
terdiri dari 3 bagian, yaitu
1. Hukum
Kepler I
Semua planet
bergerak mengelilingi Matahari pada lintasan elips, dan menetapkan matahari
sebagai satu fokus. Ilustrasi pada Gambar 7.7.
Sumber : www.britannica.com
Gambar 7.7 Hukum Kepler I
2. Hukum
Kepler II
Suatu garis
khayal yang menghubungkan planet dengan Matahari membentuk luas yang sama dalam
selang waktu yang sama. Ilustrasi pada Gambar 7.8.
Sumber : www.britannica.com
Gambar 7.8 Hukum Kepler II
3. Hukum
Kepler III
Perbandingan
kuadrat periode terhadap pangkat tiga dari setengah sumbu panjang elips adalah
sama untuk semua planet.
Hukum ini
memiliki persamaan
Dengan k
sebagai tetapan yang memiliki nilai sama untuk semua planet. T adalah
periode revolusi dan r sebagai jari-jari orbit planet.
Pada gerak planet, gaya gravitasi
juga berperan sebegai gaya sentripetal.
Selanjutnya, kita akan mencari
persamaan untuk mencari kecepatan linier (v) suatu planet yang
mengeliling fokus objek.
Misalkan sebuah planet m2
mengelilingi orbitnya dengan fokus di planet m1 dengan ilustrasi
pada Gambar 7.9.
Gambar 7.7 Planet m2 bergerak
dengan lintasan orbital dengan fokus planet m1
Kita tahu bahwa dalam mencari gaya
sentripetal (gerak melingkar beraturan) adalah
Karena gaya gravitasi sama dengan
gaya sentripetal, maka
Sehingga, yang diperlukan untuk
mencari kecepatan linier planet yang mengelilingi fokus planet adalah G
(konstanta gravitasi), m1 (massa fokus planet, dan r (jarak).
Jika menggunakan percepatan
gravitasi yang persamaannya
maka, persamaan kecepatan linier
menjadi




Comments
Post a Comment